SEMINAR “PEMULIHAN ISRAEL PADA AKHIR ZAMAN” DI GLKRI PUSAT PENUH SUKACITA

Editor: Admin


TABLOID RHEMA.ID — Tanjung Morawa ; Seminar bertema “Pemulihan Israel pada Akhir Zaman” diselenggarakan di GLKRI Pusat, Jalan Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, pada selasa 31/03 pukul 9.00 wib. Kegiatan ini dihadiri oleh para pendeta, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara. 

Seminar menghadirkan dua pembicara, yakni Pdt Dr Jahja Iskandar, MTh dari Yayasan Lentera Bangsa dan Monique Rijkers, pendiri Hadasah of Indonesia. Keduanya menyampaikan materi yang menyoroti aspek teologis, sejarah Israel, sejarah Yahudi, hingga peristiwa Holocaust.

Ketua Umum Sinode Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI), Bishop Dikson Panjaitan, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini murni bertujuan memberikan edukasi positif, khususnya kepada para pendeta dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang benar diharapkan dapat membangun sikap yang lebih bijaksana serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah masyarakat.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Lamsiang Sitompul, SH, Ketua Umum Horas Bangso Batak; Dedy Mauritz Simanjuntak.SH, Ketua MUKI Sumut; serta Baginda Nainggolan, Ketua Provinsi PGPI-P yang juga menjabat sebagai Ketua Sinode GEDI, Pdt EJ Hutahaean Ketua Sinode GKP. Selain itu, hadir pula sejumlah pimpinan sinode gereja lainnya, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Ibu Junita Rebekka Marbun, SH.,M.A.P.



Monique Rijkers - Fakta Israel

Acara diawali dengan ibadah pada pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Sarah Panjaitan dalam suasana penuh sukacita. Para peserta tampak larut dalam pujian dan penyembahan. Firman Tuhan disampaikan oleh Bishop Dikson Panjaitan dari Kolose 3:23 yang mengingatkan, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya melayani dengan motivasi yang benar dan ketulusan hati. Menurutnya, hal tersebut akan menjaga integritas serta mengarahkan fokus pelayanan hanya kepada Tuhan, bukan pada keterbatasan diri.

Sementara itu, dalam sesi seminar, Monique Rijkers menyoroti pentingnya edukasi masyarakat Indonesia tentang Israel, sejarah Yahudi, serta Holocaust. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang tepat dapat mencegah munculnya kebencian dan prasangka. Melalui organisasinya, Hadasah of Indonesia, ia juga aktif mengkampanyekan perlawanan terhadap antisemitisme serta mendorong nilai-nilai toleransi.

Monique menjelaskan bahwa banyak orang kristen yang salah memahami tentang israel masa kini, bahkan ada yang mengatakan bahwa israel sekarang bukan lagi israel yang dulu dalam sejarah, ini sangat keliru. 

Walaupun israel sudah berukangkali dijajah oleh berbagai bangsa namun Yahudi yang dikenal dulu dengan kerajaan Yehuda tidak pernah mereka secara utuh meninggalkan israel, mereka tetap ada disana walah mereka teraniaya, mereka membuat Kibutz mereka selalu ada disana, walau secara kerajaan atau bangsa mereka sudah terserak ke seluruh penjuru dunia dan kebayakan dibenua Eropa, jadi mereka kembali ketanah mereka sendiri, itulah tanah perjanjian atau tanah kanaan, termasuk Gaza yang sekarang katanya menjelaskan saat acara tanya jawab dengan peserta seminar. 

Pengamanan acara berlangsung ketat dengan kehadiran aparat kepolisian dari poldasu, polres Deli seedang dan polsek Tanjung Morawa di sekitar lokasi kegiatan. Selain itu, satuan tugas dari organisasi masyarakat Horas Bangso Batak turut berjaga di area gereja. Mereka juga membentuk pengamanan saat kedatangan para pembicara hingga memasuki gedung utama tempat seminar berlangsung.


Para peserta yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Medan dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Tanah Karo, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Binjai, Langkat, hingga Humbang Hasundutan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai di tengah keberagaman.

Acara ditutup dengan doa bersama yang lansung dipimpin oleh ibu Monique Rijkers sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan. Df/tro

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com