ULOS UNTUK JK BIKIN GEGER! EPHORUS HKBP DITERPA KRITIK, APAKAH INI BENTUK PENJILATAN MODERN?

Editor: Admin


Publik Terbelah, Langkah Pimpinan Gereja Dinilai Tak Peka di Saat Isu Penistaan Masih Memanas!

JAKARTA – TABLOID RHEMA; Pertemuan mengejutkan terjadi di tengah panasnya polemik ceramah Jusuf Kalla (JK) di Masjid Kampus UGM. Pimpinan tertinggi HKBP, Ephorus Pdt. Victor Tinambunan, mendadak menemui JK di Jakarta Selatan.

Namun bukan pertemuannya yang membuat heboh, melainkan momen pemberian ulos yang langsung memicu reaksi keras di media sosial dan kalangan umat.

Sejumlah pihak menilai, tindakan tersebut tidak tepat waktu mengingat kasus dugaan penistaan agama masih bergulir di ranah hukum dan belum ada keputusan final.

“TERLALU CEPAT AMBIL SIKAP?”

Ephorus HKBP bahkan menyatakan bahwa dalam ceramah JK tidak terdapat unsur penistaan agama Kristen.

Pernyataan ini langsung menuai pro-kontra. Sebagian menilai itu sebagai upaya meredakan situasi, namun sebagian lain mempertanyakan:

“Kenapa kesimpulan disampaikan sebelum proses hukum selesai?”


ULOS JADI SOROTAN PANAS

Yang paling menyedot perhatian adalah saat Ephorus memberikan ulos kepada JK dalam pertemuan tersebut.

Dalam budaya Batak Kristen, ulos adalah simbol kehormatan tinggi. Karena itu, banyak yang mempertanyakan makna di balik tindakan tersebut di tengah situasi yang masih sensitif.

“Ini bisa ditafsirkan macam-macam oleh umat,” ujar salah satu sumber internal gereja yang enggan disebutkan namanya.

UMAT TERBELAH DI MEDIA SOSIAL

Reaksi publik pun pecah. Di media sosial, muncul dua kubu:

Kubu pertama menilai langkah Ephorus HKBP sebagai “bijak dan menenangkan situasi”

Kubu lain menilai ini “tidak sensitif terhadap kegelisahan umat”

Tagar dan komentar pun ramai membahas:

apakah gereja terlalu cepat merespons?

apakah simbol ulos sudah tepat diberikan saat polemik masih panas?


“KALIMAT JANGAN TERPROVOKASI” JUGA DISOROT

Imbauan Ephorus agar jemaat tidak terprovokasi oleh potongan video juga ikut menuai perhatian.

Sebagian umat menilai imbauan itu penting, namun sebagian lain merasa kegelisahan mereka justru belum dijawab secara substansi.

POLEMIK BELUM REDA

Hingga kini, laporan dugaan penistaan agama terkait ceramah JK di UGM masih diproses di Polda Metro Jaya.

Namun di luar proses hukum, perdebatan sosial dan keagamaan justru makin panas, terutama setelah pertemuan tokoh gereja dan JK ini viral di media sosial. 

DRAMA BELUM SELESAI

Langkah Ephorus HKBP kini menjadi sorotan tajam. Bagi sebagian umat, ini adalah upaya damai.

Namun bagi yang lain, ini justru memunculkan pertanyaan besar: 

“Siapa yang sebenarnya sedang diwakili oleh suara gereja hari ini?”

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com