TABLOID RHEMA. Medan – Konferensi Tahunan (KONTA) ke-6 Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI) yang mengusung tema "Ini Aku, Utuslah Aku" (Yesaya 6:8b) resmi dibuka oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas) Kristen Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Dr. Arnot Napitupulu, M.Pd.K, setelah seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Konferensi yang berlangsung pada 23–27 Juni ini dihadiri oleh para peserta Konferensi Cabang GLKRI, dari Luar kota seperti dari Pangkalan Kerinci, dari Pekanbaru, dari Jambi, Kisaran, Deli Serdang, Kita Medan sekitarnya, sementara dari Pulau Jawa, Nias NTT dan Mentawai berhalangan hadir, namun sejumlah pimpinan gereja, organisasi kemasyarakatan (ormas) Kristen, serta para hamba Tuhan dari berbagai daerah. Tampak hadir Bishop E.J. Hutahaean, S.H., M.Min, Ketua Sinode Gereja Kristen Pentakosta; Pdt Heri Silitonga,STh dari PGI, Pdt. Coky Tobing, M.Th, Ketua API Sumatera Utara; Pdt. Pahotan Sihombing, M.Th, Ketua API Kota Medan; Pdt. Indos Batubara, M.Th, Ketua API Aceh Tenggara; Pdt. Parlin Purba, S.H., M.H, Ketua PSPI Raya Kota Medan; Pdt. Yohanes Sitanggang dari Yayasan Ratu Ester Ministry, beserta para pendeta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bishop E.J. Hutahaean mengisahkan perjalanan berdirinya Sinode GLKRI yang dimulai dari nol hingga berkembang menjadi sebuah sinode yang memiliki fondasi yang kuat. Menurutnya, perjuangan tersebut tidaklah mudah dan membutuhkan komitmen, ketekunan, serta pengorbanan yang besar.
«"Perjalanan ini bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan keseriusan, keteguhan hati, dan tekad yang luar biasa hingga GLKRI dapat berdiri kokoh seperti sekarang. Semua ini merupakan buah dari perjuangan yang panjang," ungkapnya.»
Sementara itu, Pdt. Parlin Purba menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KONTA ke-6 GLKRI. Ia mengaku banyak belajar dari kepemimpinan Bishop Dikson Panjaitan, Ketua Sinode GLKRI, yang dinilainya memiliki semangat pelayanan yang tinggi dan mampu menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda.
«"Saya melihat dan terus belajar dari sepak terjang Bishop Dikson Panjaitan yang sangat enerjik dan penuh semangat. Beliau banyak menginspirasi saya. Saya percaya GLKRI akan semakin berkembang melalui berbagai program strategis yang akan dihasilkan dalam konferensi tahunan ini," ujarnya.»
Pada kesempatan yang sama, Dr. Arnot Napitupulu menyampaikan rasa syukur dan sukacitanya dapat hadir sekaligus membuka secara resmi KONTA ke-6 GLKRI. Ia berharap GLKRI terus berkarya dan menjadi berkat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam pesannya, Kabid Bimas Kristen juga mengajak seluruh peserta untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kesejukan, memperkuat persatuan, serta menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa di tengah berbagai dinamika sosial dan politik.
«"Kiranya hasil Konferensi Tahunan ini menjadi penyejuk bagi masyarakat dan memperkuat semangat persaudaraan. Gereja harus terus hadir sebagai garam dan terang dunia, menjadi teladan serta membawa damai di tengah bangsa," pesannya.»
Selain itu, beliau juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut.
«"Agenda yang padat tentu membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang besar. Karena itu, jagalah kesehatan agar seluruh rangkaian konferensi dapat diikuti dengan baik hingga selesai," tambahnya.»
Mengakhiri sambutannya, Dr. Arnot Napitupulu, M.Pd.K secara resmi membuka Konferensi Tahunan (KONTA) ke-6 Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI) dengan harapan konferensi ini menghasilkan berbagai keputusan strategis yang membawa kemajuan bagi sinode serta menjadi berkat bagi gereja dan bangsa Indonesia. (Tr/Df)


